TUGAS DOKUMENTASI DAN PERPUSTAKAAN

BAHAN BERITA


Jenis Flu Babi Baru Ditemukan di China, Berpotensi Jadi Pandemi
Para ilmuwan di universitas-universitas Cina dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China menemukan adanya virus flu babi G4 tipe baru yang disebut dapat memicu adanya pandemi baru. Sebuah studi baru menemukan, saat ini babi di Cina semakin sering terinfeksi oleh jenis influenza yang berpotensi melompat atau menginfeksi manusia, dan dapat bermutasi lebih lanjut sehingga dapat menyebar dengan mudah dari orang ke orang dan memicu wabah global.

Apa itu Flu Babi G4?
Studi yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences ini berfokus pada virus influenza bernama G4. G4 secara genetik diturunkan dari strain H1N1 yang menyebabkan pandemi pada tahun 2009. Virus ini adalah campuran unik dari tiga garis keturunan, satu mirip dengan strain yang ditemukan pada burung Eropa dan Asia, strain H1N1 yang menyebabkan pandemi 2009, dan H1N1 Amerika Utara yang memiliki gen dari virus flu burung, manusia, dan babi.

Dimana Flu Babi G4 ditemukan?
            Flu Babi ini ditemukan di China.

Kapan penemuan Flu Babi G4 ditemukan?
            Penemuan diungkap oleh sebuah penelitian yang diterbitkan PNAS, jurnal sains di Amerika Serikat, pada Senin (29/06/2020).

Siapa yang telah terinfeksi Flu Babi G4?
            Saat para peneliti melakukan tes antibodi terhadap populasi yang memiliki kontak dekat dengan virus tersebut, hasilnya mencengangkan. Sebanyak 10,4 persen pekerja di penjagalan dan peternakan babi disebut telah terinfeksi. Tes yang sama juga memprediksi sekitar 4,4 persen populasi China secara keseluruhan telah terinfeksi G4.

Mengapa Flu Babi G4 berpotensi menjadi pandemi seperti corona?
            Para ilmuwan telah mengidentifikasi strain virus flu babi jenis baru yang berpotensi menjadi pandemi. Mereka mengatakan, bahwa virus ini dapat menginfeksi manusia.  Menurut tim peneliti, virus flu babi (H1N1) jenis baru punya potensi pandemi karena ia dikhawatirkan bisa bermutasi lebih lanjut. Mutasi membuat virus dapat menyebar dengan mudah dari orang ke orang, lalu menjadi wabah global, seperti virus corona yang terjadi saat ini.
“Meski virus ini belum menjadi masalah, tapi mereka sangat berpotensi menginfeksi manusia dan ini membutuhkan pemantauan ketat,” ujar peneliti sebagaimana dikutip BBC.
Karena virus ini jenis baru, maka hanya sedikit manusia atau bahkan tidak ada manusia yang memiliki kekebalan tubuh terhadapnya.
Bagaimana proses penularan virus Flu Babi G4?
            Para peneliti kemudian melakukan berbagai percobaan termasuk kepada musang, yang memang banyak digunakan dalam studi flu karena mereka memiliki gejala yang mirip dengan manusia terutama demam, batuk, dan bersin.
Setelah dilakukan pengamatan, disimpulkan bahwa G4 adalah virus yang sangat menular dan bisa bereplikasi dalam sel manusia dan menyebabkan gejala yang lebih serius pada musang dibandingkan virus lainnya. Tes tersebut juga menunjukkan bahwa kekebalan yang didapat dari flu biasa tidak memberikan perlindungan terhadap G4.
Virus tersebut juga telah berpindah dari hewan ke manusia, tetapi belum ada bukti bahwa virus itu dapat ditularkan dari manusia ke manusia yang merupakan kekhawatiran utama dari para ilmuwan Tiongkok.
“Studi ini bisa menjadi pengingat bahwa kita secara terus-menerus menghadapi risiko dari penyakit zoonosis baru dan hewan ternak, yang memiliki kontak lebih besar dengan manusia daripada dengan satwa liar bisa menjadi sumber virus pandemi yang penting,” kata James Wood, kepala departemen kedokteran hewan di Universitas Cambridge. Infeksi zoonosis disebabkan oleh patogen yang telah melompat dari hewan yang bukan manusia ke manusia.


Kasus Bintang Emon, Ketika Komedi Dibungkam Teror

            Serangan terhadap Bintang Emon menandakan ada pihak-pihak yang tidak setuju bahkan lewat kritik yang disampaikan lewat cara jenaka. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)  mengatakan itu indikasi buruknya demokrasi.

Apa yang menyebabkan komedi Bintang Emon diteror?
Komika dengan nama panggung Bintang Emon ini mengkritisi tuntutan satu tahun penjara terhadap Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette, anggota Polri yang menyiram penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dengan air keras, dengan cara jenaka. Menurut jaksa, tuntutan ringan itu diberikan karena pelaku tidak sengaja berbuat demikian. Bintang, juga banyak orang, menyimpulkan alasan tersebut mengada-ada.

Siapa yang meneror Bintang Emon?
            Bintang Emon diduga mendapat serangan dari buzzer. Sejumlah buzzer diketahui membuat meme yang berisikan keterangan bahwa Bintang Emon menggunakan narkotika jenis sabu.

Mengapa Buzzer tersebut meneror Bintang Emon?
Buzzer kini bekerja untuk ‘menjatuhkan’, meneror, menebar berita hoaks, menjelek-jelekkan, bahkan memfitnah orang lain yang dianggap mengancam dan berbahaya (termasuk menyerang dengan ujaran kebencian dalam berbagai bentuk, semisal kasus Bintang Emon ini).

Dimana Bintang Emon diteror?
            Buzzer tersebut meneror Bintang Emon melalui Sosial Media.

Kapan Bintang Emon diteror oleh buzzer?
            Pada 14 Juni 2020

 Bagaimana Buzzer tersebut meneror Bintang Emon?
            Bintang mencuit soal serangan digitalnya di twitter. “Ahahaha. Sudah mulai ada yang bandel ke email kerjaan, akun kakak, akun manager,” katanya (dengan penyuntingan). Selanjutnya Bintang mencuit kembali: “Tapi masih santai, kalem.”.




Harga Beras di Korowai, Papua, Capai Rp 2 Juta Per 10 KG


What (Apa) :
Harga beras di wilayah penambangan rakyat, di Korowai tepatnya di Maining 33, Distrik Kawinggon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, mencapai Rp 2 juta per karung isi 10 kilogram.

Why (Kenapa) :
Penyebab utama kemahalan harga kebutuhan pokok di daerah itu adalah akses ke lokasi tambang yang sulit dijangkau, terisolir, dan belum tersentuh pembangunan.

Who (siapa) :
“Beras 10 kilogram itu emas empat gram, kalau dibeli dengan uang, satu karung itu harganya Rp 2 juta,” kata Hengki Yaluwo, salah satu pengelola Koperasi Kawe Senggaup Maining di Korowai

Where (dimana) :
Di wilayah penambangan rakyat, di Korowai tepatnya di Maining 33, Distrik Kawinggon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua.

When (kapan) :
Kamis, 2 Juli 2020

Comments